Primbon Bali Agung

Pustaka Warisan Budaya Leluhur

Supported by Kalender Bali Digital

Ciri-Ciri Burung Perkutut yang Baik dan yang Buruk | Mitologi Arti Tanda-tanda Burung Perkutut
CIRI-CIRI BURUNG PERKUTUT YANG BAIK DAN BURUK

Ciri-ciri Burung Perkutut yang baik untuk dipelihara:

  • Sri sedhana. Perkutut yang kuku jari belakangnya berwarna putih keduanya. Mendatangkan harta benda.
  • Wisnu wicitra. Perkutut yang bulu dan sisiknya berwarna agak hitam. Yang memelihara dalam keadaan sehat.
  • Wisnu mangemu. Perkutut yang berbulu agak hitam. Yang memelihara mudah mendapatkan rezeki dan kata-katanya mendapat perhatian.
  • Kusuma citra. Perkutut yang bulu paruh dan kakinya berwarna putih. Pemeliharanya mudah mendapatkan rezeki dan hidup sejahtera.
  • Pandawa mijil. Perkutut yang bulu ekornya berjumlah 15 lembar. Pemeliharanya dihormati oleh sesamanya.
  • Mercu jiwa. Perkutut yang matanya kuning terang bersinar. Pemeliharanya dicintai masyarakat, rezekinya tidak kurang, amat baik.
  • Purnama sidhi. Perkutut yang matanya merah dan bercahaya. Pemeliharanya mendapat pujian dari masyarakat.
  • Utamaning paksi. Perkutut yang berbulu agak putih. Patut dipelihara oleh Raja, kebaikannya tidak didatangi oleh bahaya.
  • Hujan mas. Perkutut yang agak kuning sampai ketulangnya. Baik, yang memelihara mudah mendapat rezeki.
  • Brahma agni. Perkutut yang berwarna merah menyala laksana api. Berpengaruh, segala yang dikerjakan oleh pemeliharanya mudah selesai.
  • Gedong meneb. Perkutut yang bersuara setiap senja hari. Mendatangkan harta benda.
  • Gedong menga. Perkutut yang bersuara setiap pagi hari. Pemeliharanya berhasil menyimpan emas dan perak.
  • Wisnu mukti. Perkutut yang mata, paruh dan kakinya hitam. Cocok dipelihara oleh Raja, penolak penyakit dan penolak segala bahaya.
  • Wedak sana. Perkutut yang suaranya keras berdengung. Pemeliharanya disayangi oleh sahabatnya, apa yng dikerjakannya bisa berjalan dengan baik dan lancer.
  • Mucis ayu. Perkutut yang suaranya keras berdengung berulang-ulang dan penampilannya kelihatan indah. Menyejukkan pikiran pemeliharanya ditakuti orang. Cocok dipakai sebagai umpan untuk menangkap burung (mepikat).
  • Titiran tanah. Perkutut yang bersarang ditanah. Tahinya sangan baik dipakai untuk sarana pengobatan berbagai jenis penyakit.

Sedangkan ciri-ciri Burung Perkutut yang kurang baik adalah sebagai berikut:

  • Brahma Sulur. Perkutut yang berbulu agak merah. Pemeliharanya sering mendapat sakit.
  • Brintik. Perkutut yang bulu lehernya hingga keekornya bintik-bintik. Yang memeliharanya sering mendapatkan kesedihan.
  • Brahma kokop. Perkutut yang dari paruh smpai mukanya putih. Tidak baik, pemeliharanya dapat bahaya.
  • Brumbun. Perkutut yang berbulu brumbun (warna-warni). Yang memelihara sering mendapatkan bahaya.
  • Brahma kala. Perkutut yang kukunya hanya satu yang putih atau semuanya putih. Pemeliharanya sukar mencari penghidupan, kemudian bisa melarat.
  • Brahma labuh geni. Perkutut yang bulunya panas. Boros, pemeliharanya sering marah-marah.
  • Durga ngerik. Perkutut yang bersuara tepat tengah malam dan tepat tengah siang. Pemeliharanya dijauhi rezeki, suka bertengkar dan hidup susah.
  • Durga nguwuh. Perkutut yang bersuara tepat tegah malam. Habis harta pemeliharanya, hidup susah dan setiap orang yang melihatnya tertimpa penyakit.
  • Sengkala pipit. Perkutut yang telapak kakinya semuanya putih. Pemeliharanya suka bertengkar dan tidak tentram hidupnya.
  • Sangga buana. Perkutut yang bulu punggungnya putih sebatang. Membikin pemeliharanya susah, dijauhi rezeki, otaknya kaku, sering kena fitnah.
  • Candela sabda. Perkutut yang bulu pangkal lehernya (bulu kalong) berwarna putih. Menyebabkan susah pemeliharanya.
  • Wisnu sinundung. Perkutut yang bulu leher atas bagaian bawahnya agak kehitaman. Pemeliharanya sering salah mengambil keputusan, susah rezekinya.